KUMPULAN FALSAFAH

Diposkan oleh PSHT UIN SUKA

Kamis, 24 Desember 2009

* Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat nagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat).

* Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

* Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)

* Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

* Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

* Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).

* Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).

* Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka).

* Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

* Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

* sepiro gedhene sengsoro yen tinompo amung dhadi cubo( seberapa besar masalh jika diterima dengan lapang/ikhlas hanya menjadi cobaan/ringan
Continue Reading

0 komentar:

MAKNA HAKIKAT FALSAFAH PSHT

Diposkan oleh PSHT UIN SUKA

Selasa, 22 Desember 2009

"Mas, apakah contoh konkritnya "Manusia itu bisa dimatikan, manusia itu bisa dihancurkan, tetapi manusia tidak bisa dikalahkan selama ia setia pada hatinya?". Karena sampai sekarang saya belum paham maksudnya,"

Pertanyaan itu dilontarkan dengan tiba-tiba oleh seorang siswa, pada suatu malam setelah latihan usai. Pelatihnya terdiam sejenak, menilai siswa yang bertanya di hadapannya, sungguh bukan pertanyaan yang sembarangan, tetapi juga cukup sulit untuk dijawab, apalagi untuk seorang pelatih muda seperti dirinya yang merasa belum mumpuni dalam bidang ke-SH-an. Tingkat 2 saja belum, bagaimana ia harus menjawab pertanyaan ini? sementara wajah si Siswa seolah penuh harap menginginkan jawaban.

Tetapi syukurlah Tuhan memberinya pencerahan. Pelatih itu kemudian balik bertanya,
"Apakah kamu pernah punya seorang kakek, nenek, atau saudara yang sudah meninggal?"
"ya, mas. Kakek saya sudah meninggal," siswanya mengangguk.
"Kamu masih ingat padanya sampai sekarang?"
"Ya, masih."
"Kenapa?"
"Ya... karena... dia selalu ngasih saya uang jajan tambahan," Siswanya tertawa malu.
"menurutmu almarhum kakekmu orang yang baik?"
"ya iya mas...sayang banget sama cucu-cucunya, terus katanya dia dulu pejuang 45,"
"kamu masih sering mendoakan almarhum kakekmu?"
"iya mas... kalau setiap lebaran pasti mendoakan di makamnya,"
"Nah, begini..., 'manusia bisa dimatikan', Kakekmu saat ini sudah meninggal, bukan? Lalu berikutnya "manusia bisa dihancurkan", maaf, saat ini jasad kakekmu juga pasti sudah mulai hancur bukan?"
"Iya sih mas..." Siswa itu mulai berpikir, mencerna maksud kalimat pelatihnya. Tetapi tampaknya ia belum menemukan sesuatu.
"Bisakah kukatakan, kalau kakekmu itu kalah oleh usia? Usia manusia terbatas bukan? Pasti manusia suatu saat akan mati, bukan? Pasti ia akan kalah dengan usia tua, bukan?"
"Iya mas... manusia pasti akan kalah dengan usia. Tapi di semboyan kan katanya "manusia tidak bisa dikalahkan.."
".. selama ia ber-SH terhadap dirinya sendiri,," lanjut pelatihnya. "Nah dik, saat ini kakekmu sudah meninggal, jasadnya sudah hancur, tapi sampai sekarang kamu masih mengingat kakekmu, mengingat kebaikan hatinya, keberaniannya, dan bahkan kamu juga masih sering mendoakannya. Sekarang, katakan padaku, apakah kakekmu kalah?"
Siswanya terdiam sesaat.

"Nah, mbah Harjo yang menjadi pendiri SH Terate, beliau sudah meninggal, jasadnya juga pasti sudah hancur, tetapi sampai sekarang organisasi SH terate masih berdiri tegak, masih banyak orang yang mau latihan di SH, dan kita masih berlatih jurus-jurus yang dia ajarkan, kita masih membahas Ke-SH-an yang dia ajarkan, kita masih menjunjung tinggi nama SH Terate sebagai organisasi pencak silat yang kita banggakan... nah, apakah mbah Harjo bisa dikatakan 'kalah'?"

Mata siswanya mulai berbinar-binar, ia mulai menemukan sendiri maknanya.
"Oooh... begitu..."
"ya, kira-kira begitu contoh konkretnya. Sudah paham kan?" Jawab pelatihnya. Hatinya terasa lega karena bisa menjawab. Diam-diam ia ber-alhamdulillah dalam hati.

tetapi beberapa saat kemudian, siswanya kembali bertanya pertanyaan sulit,
"Lalu bagaimana caranya untuk menjadi orang yang ber-Setia Hati?"
Pelatihnya terhenyak. Cerdas betul siswa ini ! Spontan ia mengacak-acak rambut kepala siswanya dengan gemas. Siswa itu pasrah saja dibegitukan, sedikit geli karena siswa itu menyadari dirinya telah menanyakan pertanyaan cerdas yang lain.
"kamu ini ! ya untuk itu kita latihan, bukan?" ia tertawa, hatinya senang karena ada satu siswanya yang bukan saja mau melatih tubuhnya, tetapi juga mengasah pikirannya.
"lain kali akan kujelaskan, sekarang kamu pulang dulu saja, oke? Sudah larut !"
Siswanya mengucapkan terimakasih, lalu pamit pulang. sepulangnya di rumah ia tidak segera tidur, tetapi menuliskan pelajaran yang ia dapat malam itu di buku catatan hariannya. ia menulis:

"orang yang ber-Setia Hati" akan terus diingat dimanapun dan kapanpun, menembus ruang dan waktu. Meskipun kakekku sudah meninggal, atau mbah Harjo juga telah meninggal, aku masih mengingatnya dan mendoakannya. Mbah Harjo, kita masih berlatih jurus-jurusnya dan SH Terate yang didirikannya masih besar. Kakekku tidak kalah karena ia ber-SH, mbah Harjo juga tidak kalah karena ia ber-SH. Tetapi, bagaimana caranya menjadi orang yang ber-SH?"


by:farizt_sampit
Continue Reading

0 komentar:

TES POLOS 2009

Diposkan oleh PSHT UIN SUKA

Minggu, 20 Desember 2009



Sabtu 19 desember 2009 di kampus putih UIN SUNAN KALIJAGA telah diselenggarakan sebuah prosesi kenaikan tingkat dari pra polos ke polos. Prosesi kenaikan tingkat ini diikuti sebanyak 9 siswa diantaranya terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan.


Tes dimulai sehabis isya’ sekitar pukul 19.30 dengan dipimpin langsung oleh mas saipul. Ketika pemanasan dan sedikit gerakan awal dipandu oleh mas saipul sementara itu kami para warga berembuk tentang technical penilaian serta pembagian koordinator per pos nantinya.Dimana pos 1 tes senam koordinatornya adalah mas IAL (saya sendiri), pos 2 tes jurus mas huda. Pos 3 sambung mas arif, pos 4 ke sh-an mas hasan. yang mana untuk berlangsungnya pos-pos dimulai sekitar pukul 24.00 etelah selesainya tes fisik dan teknik masal yang di koordinatori oleh mas huda. Dalam tes fisik ini sempat terjadi sebuah kendala dimana satu siswa yang bernama awaludin yang kebetulan saya pegang blanko penilaianya tiba-tiba tidak mampu melanjutkan dengan berbagai banyak alasan diantaranya sedang dilanda banyak masalah, kurang konsentrasi, tidak bisa maksimal dll namun semua itu ditepis langsung oleh mas saipul hinggga akhirnya awaludin pun mau kembali untuk melanjutkan tes seterusnya.
Tahap demi tahap telah terlaksana dengan baik hingga tak terasa saya yang di pos 1 telah selesai bertugas langsung menuju ke pos 3 tuk lihat pos sambung, namun saya tiba-tiba terperanjat kaget saat melihat mas azis(ketua komisariat UIN SUKA YOGYA) yang diguyur sama dulur-dulur dengan air, kopi,teh dan tepung begitu banyak di pos tersebut ternyata beliau sedang ultah.
Sekitar pukul 03.30 saya berencana istirahat dan membuat kopi, tak disangka ternyata di tempat istirahat para siswa yang telah usai tes di pos-pos telah ada mas MINTO SARJONO (KETUA CABANG SLEMAN/WARGA TINGKAT 2).
Sekitar pukul 06.00 prosesi tes dilanjutkan kembali tes tahap yang terakhir yakni tes sambung.setelah prosesi ini selalesai mas minto secara langsung memberikan sedikit wejangan-wejanganya kepada para siswa. Yang kemudian disusul pemberian sabuk polos/hitam pada tiap-tiap siswa.sekitar pukul 07.30 acara telah selesai dan ditutup dengan doa plus saling berjabat tangan.

BY IAL ASHTER 07


Continue Reading

1 komentar:

Kaidah 10.000 jam

Diposkan oleh PSHT UIN SUKA


dalam buku Outliers, Malcolm Galdwell memebahas mengenai para jenius yang kemampuannya berada di atas rata-rata, mereka yang secara statistik berada di "ekor" kurva normal (ujung kurva normal--sebelah kanan), jumlah orang-orang ini sangat sedikit, dan juga biasanya sikap, karakter, latar belakang keluarga dan pendidikan mereka juga berbeda, dan tentu saja, ciri para outliers ini adalah kemampuan mereka yang unggul melebihi rata-rata. dalam buku itu Malcolm Galdwell menyebut tentang "Kaidah 10.000 jam", yaitu seseorang baru benar-benar mendapatkan kemampuan unggul dalm atu bidang bila ia telah melewati latihan minimal selama 10.000 jam. MINIMAL SELAMA 10.000 JAM. Beatles sebelum terkenal, mereka mengamen selama 17 jam nonstop di jalanan Paris. Seorang pemain piano terkenal (kulupa namanya) mengawali bangun tidurnya dengan berlatih piano beberapa jam. Demikian juga olahragawan - olahragawan lain... Valentino Rossi telah melewatkan ribuan jam di sirkuit sejak usia dini, Jordan mulai berlatih lebih awal dan pulang lebih larut dari teman-temannya setim, dan kurasa demikian juga denngan Federer, Tiger Woods, Jet Lee, dan juga Rony Saifullah, (I guess...)aku telah bermain statistik dengan angka 10.000 ini;10.000 jam sama dengan 24 jam latihan selama 416,67 hari atau 1 tahun 8 bulan 1 hari ;sama dengan 10 jam latihan selama 1000 hari atau 2 tahun 8 bulan 23 hari;sama dengan 5 jam latihan selama 2000 hari atau 5 tahun 5 bulan 1 hari;sama dengan 3 jam latihan selama 3333,34 hari atau 9 tahun 1 bulan 13 bulan; sama dengan 2 jam latihan selama 5000 hari atau 13 tahun 8 bulani;itu adalah durasi untuk latihan inti, belum termasuk pemanasan dsbdan katakanlah, bila ingin menguasai dua macam teknik (misalnya tendangan depan dan sabit) maka kalikan 10.000 jam itu dengan 2. itu adalah waktu minimal yang dibutuhkan untuk "menguasai" kedua teknik tersebut. Jadi, menurutku memang para juara pencak silat bukan orang yang menguasai banyak teknik, mereka fokus pada beberapa teknik andalan saja dan mengasahnya.Dan mendapatkan angka 10.000 jam latihan saja tidak cukup... ,masih ada 10.000 jam kali sekian yang dibutuhkan untuk menerapkan teknik yang dipelajari ke situasi sebenarnya (misalnya dalam sparring atau bertanding untuk mendapat jam terbang). Dan ketika kita mencapai 10.000 jam, bisa saja lawan kita sudah mencapai 20.000, 30.000, 50.000 jam atau bahkan jauh lebih banyak dari itu. Pertanyaannya, beranikah kita menantang diri kita lebih keras lagi? "jangan takut pada orang yang menguasai bermacam-macam jurus, takutilah orang yang hanya menguasai satu jurus"



BY KURNIATI

Continue Reading

0 komentar:

SEJARAH PSHT D.I.YOGYAKARTA

Diposkan oleh PSHT UIN SUKA

Selasa, 10 November 2009

mas salyo lahir pada tahun 1917 dan meninggal pada tahun 1985. beliau adalah seorang warga pertama yang mengibarkan bendera PSHT dan melatih pada tahun 1930 dan mengesahkan thn 1933.antara lain mas sis pelatih mas imron. dan mas imron pelatih dari mas Larjo.tempat latihan pertama di jogja adalah di Gendeng selatan kamp...us UIN sunan kali jaga yogyakarta. mohon jika ada waktu para saudara2 warga da ade'2 siswa cabang jogja dan cabang sleman untuk nyekar ke makam beliau. sebagai rasa terimakasih atas jasa2nya. semoga jasa2nya di terima olehNYA ..amin


Continue Reading

1 komentar:

TIPS MENGATASI GROGI DI GELANGGANG

Diposkan oleh PSHT UIN SUKA

Sabtu, 31 Oktober 2009



trik sederhana mengatasi kecemasan di gelanggang
Ada satu trik sederhana yang boleh diaplikasikan terutama yang masih keranjingan adrenalin main pencak silat di gelanggang:

1. Secara sadar, niatkan sepenuh hati untuk fokus ke permainan. Ini bisa dimulai ketika kita mulai berdoa sebelum melakukan peregangan dan senam. Sebelum berdoa, niatkan bahwa pikiran dan kondisi mental anda "siap" atau "ON" setelah selesai berdoa.

2. Lakukan stretching/peregangan secara perlahan-lahan, pastikan semua otot terulur dengan baik. Dan pastikan gerakan senam yang anda lakukan benar-benar maksimal menaikkan denyut nadi di kisaran main (masuk zona latihan)

3. Untuk mengusir rasa cemas/grogi/takut, saar stretching dan senam ulang-ulang saja frase kata berikut ini: "Fokus-rileks, fokus rileks, fokus rileks, fokus rileks," atau "santai-kuat" atau cukup "fokus-fokus-fokus.." atau kata pendek lain yang anda inginkan.
beberapa atlit mungkin merasa nyaman dengan mengucap doa secara pendek atau mengucapkan dzikir. Sama saja, asalkan itu:
a. pendek dan mudah diulang-ulang
b. tidak mengandung kata negatif misalnya "tidak" atau "jangan" atau "bukan", dsb
c. anda tidak harus memepercayainya, yang perlu dilakukan cuma mengulang-ulangnya dalam hati

4. Ketika sudah berada di pojok grlanggang, berdoalah sekali lagi. Saat itu niatkan dan fokuskan bahwa setelah selesai berdoa, anda sudah berada dalam keadaan "SIAP MAIN". Saat itu, lupakan menang kalah, yang ada di kepala cukup "main".

Permainan pencak silat sangat fleksibel, jadi jangan kaku dengan permainan atau strategi yang sudah direncanakan. Selama kondisi pikiran tetap rileks, kita bisa sangat fleksibel berubah pola main satu ke pola main yang lain, menyesuaikan dengan waktu dengan mudah tanpa harus merasa panik (untuk TGR) sehingga performance tinggi tetap bisa diperoleh.

have a nice trying !

N.B:-Pd saat brdoa hrs bnar2 pasrah kpd-NYA,mnunjukan bhwa kita itu hny mnusia yg lemah dan tdk pnya kuasa ap2 d hadapan-NYA,hany ALLAH yg mha pemberi dan penyanyang umat-NYA,menang/kalah ALLAH yg menentukan jd umat-NYA brusha kras+brjuang sampai titik darah pnghbisan...agar ALLAH Membrikan kt kemenangan
- Trik psikologi ini tidak menjamin 100% anda meraih kemenangan. kemenangan ditentukan banyak faktor al fisik, teknik, taktik, mental, etika. Yang jelas kalau main di gelanggang ya tetap harus ada persiapan !!!

BY:WWW.cakronipsht.blogspot.com
Continue Reading

0 komentar:

SUSUNAN PENGURUS CABANG PSHT CAB.SLEMAN

Diposkan oleh PSHT UIN SUKA

Selasa, 13 Oktober 2009

SUSUNAN PENGURUS CABANG PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CABANG SLEMAN PROPINSI DI. YOGYAKARTA
PERIODE TAHUN 2006-2011


Ketua : Minto Sarjono, S. Sn
Wakil Ketua 1 : Bimo Subandi Murbodinoto
Wakil Ketua 11 : Siwi Suhandoko, S.Hut
Wakil Ketua 111: Sugiarto, SH. CN

Sekretaris 1 : Erwin Setyo Kriswanto, M. Kes
Sekretaris 11 : Tutik Sumarsih

Bendahara 1 : Arif Pramudwiatmoko, ST
Bendahara 11 : Retnoningrum

Biro-Biro
1.Organisasi dan Keanggotaan:Sardi
Slamet Riyadi
Marimin
2.Pencak Silat Seni dan Kepelatihan:
-Saiful Anwar
-Wahyo Saptono
Endah Sulistyawati
Sriyanto
3.Pencak Silat Olahraga dan Beladiri:
Awan Hariyono, M. Or
Eko puji hariyanto
Nexon letai
4.Dana dan Kesejahteraan: Drs. Purnomo Andri M
Rosalina
Mulyono, A. Md
5.Pembinaan Siswa:Alif Eni Sri Wigunarti, S. Pd
Yohan Ardika
F. Dethan CMDL
Bahroni Abusiri
6.Umum : salman P. Totok Tri W
Pardi Sunardi
Basir Sri duni
Warto


Continue Reading

0 komentar: